Pernah mimpi usaha yang kita bangun banyak memiliki cabang dan menyebar di beberapa daerah? Bila iya, karena itu waralaba dapat menjadi satu diantara taktik yang bisa diperhitungkan oleh teman dekat UKM.

Sebutlah saja Kopi Kulo, AICE ice krim, Kebab Turki Baba Rafi, sampai Sabana Fried Chicken. Ya teman dekat UKM, ini ialah deretan usaha yang memakai taktik waralaba. Eit, gak cuma bidang minuman dan makanan lho yang dapat memakai waralaba. Bila mempunyai usaha di luar bidang minuman dan makanan, teman dekat UKM juga masih tetap dapat memakai taktik sama. Sebutlah saja Indomaret, Coolio Barbershop, Dokter Mobil, sampai Apotek K-24.

Teman dekat UKM akrab tidak dengan merek-merek itu? Berikut contoh usaha di luar bidang minuman dan makanan yang memakai ide waralaba. Ingin sukses seperti mereka? Yok rekan-rekan, kita bahas bersama.

 

Apakah itu Waralaba?

Dengan bahasa Inggris, waralaba disebutkan dengan franchising. Waralaba ialah mekanisme pembagian barang atau jasa ke konsumen setia akhir dengan pemilik hak waralaba yang memberi haknya ke pribadi atau perusahaan untuk melakukan usaha dengan merk, nama, mekanisme, Standard Operasional dan Proses (SOP), dan beberapa cara yang sudah diputuskan awalnya dalam periode waktu tertentu mencakup tempat tertentu. Pemilik atas merk atau usaha yang memberi hak waralaba disebutkan franchisor, dan konsumen atau yang menerima hak waralaba disebutkan franchisee.

Agar gampang dimengerti oleh teman dekat UKM, kita ulas dengan memakai contoh yah. Bapak Dilan mempunyai usaha berbentuk oleh-olehan Umroh dan Haji namanya Alif Kurma n Friends (nama rahasia). Usaha ini sudah berdiri sepanjang lima tahun. Pak Dilan ingin meningkatkan usaha yang sudah dirintisnya itu dengan pola waralaba. Bapak Dilan jual paket waralaba yang didalamnya merk dagang, produk untuk 1 transisi pengangkutan pertama, dan tata seperti management dengan harga Rp 35.000.000.

Ibu Milea yang dengar info itu tertarik dan pada akhirnya beli waralaba Alif Kurma n Friends, karena beliau mempunyai sebuah gedung ruko yang tidak kepakai secara produktif. Kata mufakat juga sudah didapatkan dari semua pihak. Ibu Milea dengan cara resmi sudah mendapatkan hak untuk buka toko oleh-olehan Umroh dan Haji bernama Alif Kurma n Friends, mendapatkan suplai produk kurma dan variasi yang lain dari Bapak Dilan, dan tata seperti atau SOP untuk jalankan bisnis itu, komplet dengan latihkan SDM yang mahir untuk melakukan SOP itu. Dari narasi ini, kita bisa ketahui jika Pak Dilan, pemilik merk dan produk atas Alif Kurma n Friends sebagai seorang franchisor. Di lain sisi, Ibu Milea bertindak selaku franchisee.

Sebagai Franchisee, Ibu Milea akan dengan teratur terus beli produk untuk isi toko kepunyaannya yang sudah dikasih plang dengan merk Alif Kurma n Friends. Sebagai Franchisor, Bapak Dilan memperoleh pembelian teratur dari franchisee-nya; tetapi ada tanggung-jawab Quality Kontrol yang penting diatasi serius, karena jeleknya servis di satu toko yang diatur franchisee tertentu, bisa mengusik tingkat pemasaran dan keyakinan customer di beberapa toko yang diatur oleh franchisee yang lain. Bagaimana teman dekat UKM, mudah-mudahan saat ini telah lebih detilnya, ya, apakah itu mekanisme franchise, franchisor, dan franchisee?

 

Bagaimana Mengawali Usaha Waralaba?

Bila ingin memakai taktik waralaba dalam upayanya, teman dekat UKM tak perlu takut. Karena pola waralaba ini sudah ditata oleh Pemerintahan sebegitu rupa. Ketentuan terkini berkaitan penyelenggaraan waralaba sudah diedarkan oleh Kementerian Perdagangan atau Kemendag dalam Permendag no. 71 tahun 2019.

Dalam ketentuan ini, pemerintahan memberi keringanan untuk beberapa aktor usaha dalam mengadakan waralaba, satu diantaranya ialah penghilangan batas gerai waralaba. Dalam ketentuan awalnya, pemilik gerai makanan terbatasi optimal 250 gerai, sementara pemilikan toko kekinian terbatasi optimal 150 gerai. Disamping itu, tingkat elemen (bahan yang dipakai) dalam negeri yang awalnya harus 80 %, sekarang cuma jadi harus ada tanpa batas minimum.

Ini adalah wujud support pemerintahan pada beberapa aktor usaha di Indonesia lho . Maka teman dekat UKM, mari gunakan kesempatan ini sebagus mungkin ya. Nach berikut ialah beberapa hal yang kawan-kawan harus kerjakan untuk mengawali usaha waralaba.

Buat PT cepat tanpa repot dengan biaya murah kunjungi jasa pendirian pt murah Izinin. Mau buat PT dengan biaya yang terjangkau dan bonus virtual office kunjungi Vorent Office Indonesia.

 

Membuat ide usaha

Bila teman dekat UKM telah mempunyai usaha dan ingin jadi seorang franchisor, karena itu ada banyak hal yang penting teman dekat UKM kerjakan. Langkah awal, teman dekat UKM perlu membuat ide usahanya dengan matang. Ide usaha dalam masalah ini berkenaan apa yang teman dekat UKM pasarkan kelak cuma jual merk dagang atau meliputi yang lain, seperti bahan baku, ruang usaha atau booth, dan lain-lain.

Yang mana lebih bagus, jual merk dagang saja atau jual “paket lengkap”? Jawabnya bergantung persiapan teman dekat UKM. Jika memang bahan baku, ruang usaha, dan kepentingan yang lain telah teman dekat UKM kuasai, karena itu ini dapat menjadi satu diantara nilai yang dapat teman dekat UKM pasarkan. Tetapi bila teman dekat UKM berasa tidak siap untuk tangani itu semua, karena itu jual merk dagang saja bisa dijadikan opsi.

 

Mendaftar merk dagang

Berkenaan dengan hal itu, karena itu mendaftar merk dagang jadi hal yang penting. Ya teman dekat UKM, salah satunya asset kekayaan cendekiawan dalam usaha teman dekat UKM yang penting untuk diproteksi ialah merk, dan langkah melindunginya dengan mendaftarkannya ke Kementerian Hukum dan HAM. Sesudah didaftarkan, teman dekat UKM akan mendapat Sertifikat Merk yang diedarkan oleh Kementerian Hukum dan HAM.

 

Mengurusi validitas tubuh hukum

Sesudah teman dekat UKM mendaftar merk dagangnya, seharusnya teman dekat UKM selekasnya mengurusi validitas tubuh hukum untuk upayanya. Ya teman dekat UKM, bila usaha yang dipunyai ingin dibesarkan lewat pola waralaba, karena itu usaha itu harus memiliki badan hukum. Teman dekat UKM tenang saja, tidak harus memiliki badan hukum PT atau Perseroan Terbatas kok. Memiliki badan hukum CV (Persekutuan Komanditer) dapat menjadi pilihan yang bisa teman dekat UKM tentukan. Beberapa langkah yang penting teman dekat UKM lewati bila ingin mengurusi tubuh hukum CV, diantaranya pembikinan akte dan pendirian CV, pembikinan Surat Info Domisili Perusahaan, pembikinan Nomor Dasar Harus Pajak atau NPWP, pembikinan Surat Ijin Usaha Perdagangan atau SIUP, dan pembikinan Pertanda Daftar Perusahaan atau TDP.

 

Kalkulasi kelaikan usaha

Tahapan seterusnya dalam waralaba ini ialah kalkulasi tes kelaikan usaha yang teman dekat UKM punyai. Bahasa awamnya, teman dekat UKM harus hitung berapakah lama modal yang dikeluarkan franchisee kelak bisa kembali. Pasti makin cepat modal ini bisa kembali, akan makin memikat juga usaha waralaba teman dekat UKM di mata calon franchisee atau partner usaha. Bakso Malang Kota “Cak Eko” adalah contoh yang memikat. Sektor bisnis gerai bakso yang dipelopori oleh Mas Henky Eko sebagai franchisor dan sudah berdiri semenjak tahun 2006 ini tawarkan usaha waralaba yang bisa BEP atau balik modal sepanjang lima bulan dengan fee waralaba sejumlah Rp 35.000.000 yang berjalan sepanjang lima tahun. Menarik bukan rekan-rekan.

 

Membuat Dokumen SOP

Cara selanjutnya yang perlu teman dekat UKM kerjakan ialah membuat standard operasional proses atau umum disebutkan SOP. Ini hal yang penting untuk teman dekat UKM.

Sebagai contoh, pikirkan kita beli ayam goreng di Nikmat Fried Chicken yang berada di wilayah Cempaka Putih. Sebagai konsumen setia masih tetap disitu, kita telah ingat benar bagaimana rasa ayam fried chicken itu, berapakah harga, sampai bagaimana packagingnya. Satu hari, kita beli ayam goreng di Nikmat Fried Chicken, tetapi ini kali kita beli di cabang yang ada di Kebayoran Baru.

Menurut teman dekat UKM, bagaimana bila rasa di cabang ini berlainan dari umumnya, harga juga berlainan, atau bahkan juga memakai packaging yang tidak seperti umumnya? Pasti memunculkan gambar negatif pada merk Nikmat Fried Chicken itu kan?

Tersebut keutamaan SOP. Selainnya mempermudah beberapa partner usaha, SOP sebagai agunan jika produk yang dijajakan sesuai standard. SOP ini meliputi bagaimanakah cara simpan bahan baku, bagaimanakah cara menyuguhkan (contoh usaha teman dekat UKM terkait dengan food and beverage), bagaimana bila ada protes dari konsumen setia, dan lain-lain.

 

Membuat kesepakatan kerja sama kerja sama

Sesudah SOP usai dibikin, perjuangan belum usai. Kita harus membuat kesepakatan usaha kerja sama franchise. Teman dekat UKM pernah membuat surat kesepakatan kerja sama awalnya? Pada umumnya, kesepakatan usaha kerja sama franchise ini hampir sama dengan surat kesepakatan kerja sama. Didalamnya meliputi tanggung-jawab dan kuasa dari beberapa faksi, dalam masalah ini franchisor dan franchisee. Hal lebih detil yang bisa ditempatkan dalam kesepakatan usaha kerja sama franchise ini, diantaranya besar royalti yang diberi, langkah pembayaran paket usaha waralaba, berapakah lama kesepakatan usaha kerja sama franchise ini berlaku, bagaimana jika nanti kontrak kerja sama sudah usai, dan lain-lain.

Ketidaksamaan di antara kesepakatan usaha kerja sama franchise ini dengan surat kesepakatan kerja sama usaha pada umumnya ialah teman dekat UKM harus membuat Prospektus Penawaran Waralaba lebih dulu ke calon partner usaha. Ya teman dekat UKM, ini harus dilaksanakan saat sebelum beberapa faksi mengikatkan diri dalam kesepakatan itu. Prospektus sebagai info tercatat dari usaha waralaba yang meliputi identitas pemberi waralaba, validitas usaha pemberi waralaba, riwayat aktivitas usaha, susunan organisasi pemberi waralaba, neraca keuangan 2 tahun akhir, jumlah ruang usaha, daftar yang menerima waralaba, dan hak dan kewajiban pemberi dan yang menerima waralaba. Harus dipahami oleh teman dekat UKM jika prospektus yang dikasih ke calon partner usaha itu harus harus sudah didaftarkan awalnya ke Kementerian Perdagangan lewat Direktorat Bina Usaha Perdagangan. Pertanda jika prospektus itu sudah didaftarkan ialah pemberi waralaba mempunyai Surat Pertanda Registrasi Waralaba atau umum dipersingkat dengan STPW.

Nach rekan-rekan, bila validitas-legalitas itu sudah usai diurusi, karena itu teman dekat UKM bisa selekasnya mengenalkan produk waralabanya. Beberapa hal yang dapat teman dekat UKM kerjakan, baik marketing lewat cara online atau off-line. Yakinkan isinya menarik supaya beberapa calon partner usaha ingin bekerjasama lewat produk waralaba yang teman dekat UKM punyai. Bila menjadi partner dan ide waralaba sudah jalan, janganlah lupa untuk selalu memantau beberapa partner usaha ya. Yakinkan SOP yang sudah dibikin awalnya dikerjakan oleh semua partner itu. Rajut komunikasi yang bagus dengan beberapa partner, supaya kerjasama ini terus berjalan baik ya.

Bagaimana kawan-kawan, mulai menyiapkan diri menjadi seorang franchisor? Lumayan banyak memang yang perlu dipersiapkan, tetapi tidak berarti tidak dapat kan? Jika merek-merek yang lain saja dapat dan sukses seperti Kopi Kulo, AICE ice krim, sampai Kebab Turki Baba Rafi yang sudah kita singgung awalnya, kenapa teman dekat UKM tidak dapat? Pasti dapat. Pusatkan niat dan arah yang ingin diraih dalam taktik waralaba ini, mulai daftar beberapa hal yang penting diurusi sama seperti yang sudah diulas awalnya, lalu lakukan.

Ya teman dekat UKM, seperti sebuah quote yakni “setop wishing and start doing”, mulai kerjakan beberapa hal yang perlu dilaksanakan. Karena mie yang instant saja tidak pernah masak jika kita tidak mulai mengolahnya. Selamat belajar teman dekat UKM, mudah-mudahan artikel ini bisa menolong teman dekat UKM supaya nantinya menjadi seorang franchisor.

By roket