Di zaman yang serba modern saat ini, sangat penting sekali bagi suatu usaha untuk menggunakan jasa pembuatan studi kelayakan. Salah satunya yaitu untuk proyek juga perlu dibuat sedemikian rupa, tujuannya yaitu agar sesuai dan baik, serta berupa laporan tertulis jika dengan menggunakan sistem penulisan yang bisa dipahami dengan mudah serta sistematis.

 

Sementara untuk para kreditur, investor dan yang memiliki izin dari pemerintah. Pastinya ketertarikan dalam hal itu perlu didapatkan lewat laporan studi kelayakan proyek. Maka dari itu ada syarat – syarat yang perlu dipenuhi dalam studi kelayakan proyek, yang memang seharusnya diberitahu oleh jasa studi kelayakan. Sedangkan untuk syarat – syarat yang perlu dipenuhi yaitu sebagai berikut :

 

Apa saja syarat-syarat yang perlu dipenuhi untuk studi kelayakan proyek ?

 

 

Laporan Harus Bersifat Komunikatif

Laporan yang ada pada jasa pembuatan studi kelayakan proyek harus mempunyai sifat yang komunikatif di dalamnya. Hal tersebut sangat diperlukan dengan tujuan agar nantinya laporan yang membuat beberapa kondisi tersebut yang sebenarnya, dapat dipahami secara benar bagi pihak yang membutuhkannya.

 

Dan tujuan dari sifat komunikatif didalam studi kelayakan proyek tersebut yaitu, bertujuan untuk dapat menghindari dari adanya kesalahan penafsiran pada isi dari laporan tersebut. Jadi laporan harus bersifat komunikatif.

 

Laporan Harus Bersifat Objektif

Studi kelayakan proyek seharusnya berbentuk laporan dengan sifat yang objektif. Agar nantinya studi laporan proyek tersebut bisa membuat suatu laporan yang berisi tentang fakta – fakta yang sebenarnya.

 

Jika didalam suatu analisa proyek tersebut tidak dimunculkan feasibility yang kemudian bisa dilaksanakan, maka laporannya disesuaikan dengan hasil analisa yang ada serta harus termuat.

 

Hal tersebut dilakukan pastinya tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. Maka dari itu kelebihan dan kekurangan tentang rencana proyek yang akan dijalankan nantinya, haruslah dimuat di dalam laporan studi kelayakan proyek tersebut.

 

Laporan Harus Bersifat Realistis

Dalam pembuatan studi kelayakan proyek, pastinya laporan – laporan yang akan dibuat harus mempunyai sifat realistis, yang mana hal ini memiliki tujuan agar bisa dipertanggungjawabkan di kemudian hari.

 

Sifat dari laporan hasil studi kelayakan proyek tersebut tidak boleh memiliki sifat bombastis yang semata – mata hanya demi menyenangkan stakeholder serta investor yang lainnya.

 

Beberapa asumsi juga perlu disebutkan dalam laporan studi kelayakan proyek yang akan dipakai nantinya. Yaitu sebagai bentuk dari analisa – analisa, karena memang hasilnya bisa berubah – rubah jika asumsi-asumsi yang digunakan berubah juga.

 

Pembuatan Laporan Harus Dilakukan Secara Tertulis

Sementara untuk pembuatan dari laporan studi kelayakan proyek memang harus dilakukan secara tertulis. Dapat dikatakan bahwa laporan studi kelayakan proyek tersebut nantinya bisa dijadikan suatu pedoman saat hendak melakukan pelaksanaan proyek ke depannya.

 

Mengenai studi kelayakan proyek tersebut, dengan dilakukannya laporan secara tertulis maka beberapa penyimpangan di dalam pelaksanaan proyek nantinya bisa diketahui.