Ahli-ahli di bidang penanganan air bersih mengatakan, bahwa secara umum, skema pengolahan air bersih melalui 3 anggota mutlak didalam proses pengolahannya. Yaitu Intake, Water Treatment Plant dan Reservoir.

Bangunan Intake merupakan bangunan pertama untuk masuknya air berasal dari sumber air. Untuk PDAM Purwodadi, Grobogan, Jateng, sumber air untuk pengolahan air bersih diambil berasal dari Waduk Kedungombo melalui Bendung Sidorejo di Desa Sidorejo, Kecamatan Geyer dengan menggunakan Water Meter BR.

Bangunan intake ini terdapat bar screen yang bermanfaat untuk menyaring benda-benda yang ikut tergenang didalam air. Selanjutnya, air akan masuk ke didalam sebuah bak yang nantinya akan dipompa ke bangunan Water Treatment Plant (WTP).

‘’WTP disini bukan wajar tanpa pengecualian lho,’’ kata Ketua LSM Hizib Grobogan Syamsulhudha di Purwodadi, .

Water Treatment Plant atau lebih tenar dengan WTP adalah bangunan utama pengolahan air bersih. Bangunan ini terdiri berasal dari 4 bagian, yaitu : bak koagulasi, bak flokulasi, bak sedimentasi, dan bak filtrasi.

Koagulasi berasal dari intake air dipompa ke bak koagulasi ini. Proses koagulasi ini ditunaikan proses destabilisasi partikel koloid, karena terhadap dasarnya air bendung kotor umumnya bersifat koloid dengan beragam partikel koloid yang terdapat di dalamnya.

Destabilisasi partikel koloid ini sanggup dengan penambahan bahan kimia bersifat tawas, ataupun ditunaikan secara fisik dengan rapid mixing (pengadukan cepat), hidrolis (terjunan atau hydrolic jump), maupun secara mekanis (menggunakan batang pengaduk). Biasanya terhadap WTP ditunaikan dengan langkah hidrolis bersifat hydrolic jump. Lamanya proses adalah 30 – 90 detik.

Setelah berasal dari unit koagulasi, air akan masuk ke didalam unit flokulasi. Unit ini dimaksudkan untuk membentuk dan tambah besar flok. Teknisnya adalah dengan ditunaikan pengadukan lambat (slow mixing). Selanjutnya perjalanan air akan masuk ke didalam unit sedimentasi. Unit ini bermanfaat untuk mengendapkan partikel-partikel koloid yang sudah didestabilisasi oleh unit sebelumnya.

Unit ini manfaatkan komitmen berat jenis. Berat jenis partikel koloid umumnya bersifat lumpur akan lebih besar daripada berat jenis air. Dalam bak sedimentasi, akan terpisah antara air dan lumpur. Proses setelah itu adalah filtrasi.

Unit filtrasi ini, sesuai dengan namanya, adalah untuk menyaring dengan fasilitas berbutir. Media berbutir ini umumnya terdiri berasal dari antrasit, pasir silica, dan kerikil silica denga ketebalan berbeda. Dilakukan secara grafitasi.

Selesailah sudah proses pengolahan air bersih. Biasanya untuk proses tambahan, ditunaikan disinfeksi bersifat penambahan chlor, ozonisasi, UV, pemabasan, dan lain-lain sebelum saat masuk ke bangunan selanjutnya, yaitu reservoir.

By toha