• Wed. Dec 2nd, 2020

Review OPPO Reno3

Byzuzum gaul

Oct 23, 2020

Reno3 merupakan salah satu smartphone flagship terbaru dari OPPO di Indonesia dan memiliki berbagai fitur menarik.

Perangkat ini didukung empat kamera belakang dengan mode 108 MP Ultra Clear Image, Tele, Ultrawide dan Ultra Dark, sehingga saya bisa mengambil foto yang menarik.

Dukungan chipset yang cepat dan kapasitas RAM yang besar membuat smartphone ini bertenaga. Selain itu, Reno3 dibekali baterai berkapasitas besar dan 30W VOOC flash charge 3.0.

Bisakah Reno3 bersaing dengan smartphone dari perusahaan Indonesia lainnya dengan fitur dan spesifikasi hardware yang ditawarkan?

OPPO Reno3 ini memiliki layar penuh dengan poni berbentuk waterdrop di bagian atasnya. Kuda poni ini tidak hanya mengecilkan bezel atas, tetapi juga berfungsi untuk menyimpan kamera depan.

Meskipun layar smartphone ini selebar 6,4 inci, Anda bisa bermain game atau menonton video secara gratis karena saya merasa lega. Teknologi AMOLED dan resolusi Full HD + (2400 x 1600 piksel) yang hadir pada layarnya mampu memanjakan mata karena tampilannya yang cerah dan tajam.

Terdapat pula fitur OPPO Screen Image Engine (OSIE) pada smartphone ini yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas visual, saturasi dan kontras aplikasi populer atau pihak ketiga seperti Instagram, Likee, Tiktok dan lainnya.

Berkat teknologi AMOLED pengguna, sensor sidik jari Reno3 ditampilkan di layar. Saat saya menggunakannya, sensor bisa dengan cepat mengenali sidik jari saya.

Dengan smartphone ini, hingga lima jari berbeda dapat didaftarkan pada sensor sidik jari. Belum lagi, perangkat ini juga memiliki fitur face unlock yang memungkinkan saya membuka kunci layar dengan cepat.

Face Unlock dapat dengan cepat mengenali wajah saya dalam kondisi terang dan gelap, memudahkan untuk membuka kunci layar tanpa memasukkan sandi. Dalam kondisi minim cahaya, layar Reno3 secara otomatis meningkatkan kecerahan untuk memudahkan pemindaian wajah.

Di bagian bawah terdapat port audio 3.5mm, lubang speaker, dan port USB Type-C. Tombol volume dan slot dengan dua kartu SIM dan satu kartu microSD ditampilkan di sebelah kiri. Sakelar daya terletak terpisah di sebelah kanan.

Bodi polikarbonat berputar ke belakang, menyerupai kaca yang terbungkus hitam glossy dan terlihat cantik saat dipantulkan oleh cahaya. Bahan ini membuat Reno3 tidak licin dan terasa kokoh saat digenggam dengan satu tangan.

Dipadukan dengan bobot yang hanya 170 gram, smartphone ini juga terasa ringan saat digenggam. Saya sendiri mendapatkan Reno3 di Midnight Black. Selain itu, ada juga pilihan warna lain yaitu Sky White dan Auroral Blue.

Namun perlu diperhatikan bahwa debu dan sidik jari bisa dengan mudah menempel di bodi belakang. Jadi saya merekomendasikan pengguna Reno3 untuk langsung menggunakan soft case tambahan yang disertakan dalam paket penjualan.

Reno3 juga mendukung empat kamera belakang vertikal dengan kombinasi kamera utama 48 MP (f / 1.8), kamera telefoto 13 MP (f: 2.4), dan 8 MP. – Kamera ultra lebar (f / 2.2) dan kamera hitam putih. 2 MP (f / 2.4).

Berkat teknologi 4-in-1 pixel binning, kamera utama menghasilkan foto dengan resolusi 12 MP sebagai standar. Namun, jika Anda ingin mengambil foto dengan resolusi 48MP, Anda dapat mengubahnya di menu pengaturan aplikasi kamera standar.

Kamera tampak belakangnya kini juga bisa menghasilkan foto dengan resolusi tinggi hingga 108 MP. Anda bisa mengambil foto dengan resolusi ini jika Anda mengaktifkan fungsi Extra HD (XHD) di menu expert di aplikasi kamera standar Reno3. (Sentuh gambar untuk melihat resolusi aslinya.)

Jika Anda ingin mengambil foto dengan sudut pandang yang sangat lebar, Anda bisa menggunakan kamera ultrawide dari smartphone ini. Selain itu, kamera telefoto Reno3 mampu merekam objek dari jarak hingga 2x optical zoom. Kombinasi kamera tampak belakang juga bisa melakukan 5x hybrid zoom dan 20x digital zoom.

Artikel ini dipersembahkan untuk tekno farm dengan url resminya teknofarm.net, terima kasih sudah membaca artikel ini.