Perusahaan Periklanan Media Luar Ruang Berkolaborasi dengan Seniman

Bagaimana nasib perusahaan iklan media luar ruang atau Out of Home (OOH) yang obyek audiensnya ialah penduduk yang beraktivitas di luar rumah?

Salah satu perusahaan iklan jakarta luar ruang, PT Trimedia Imaji Rekso Abadi, konsisten berupaya bertahan di masa pandemi. Perusahaan ini konsisten berinovasi dan mobilisasi sejumlah strategi, tidak benar satunya revenue calculator.

CEO Jaris & K (anak bisnis PT Trimedia Imaji) Komarudin Fuad menyampaikan, strategi tersebut ditunaikan bersama menyesuaikan ongkos yang dimiliki brand untuk pembuatan iklan.

“Cara yang ditunaikan yakni revenue calculator. Jadi berapa pun budget yang dimiliki brand, kita ambil,” ujarnya pada Kamis (26/8), dikutip berasal dari Antara.

Meski gunakan strategi revenue calculator, Komarudin meyakinkan bahwa secara value, brand tak dirugikan. Begitu pula perusahaannya.

Adapun beberapa selagi lalu, pihaknya terhitung meluncurkan kampanye kolaborasi bersama para seniman Jakarta. Mereka bakal menyulap pilar MRT Jakarta sebagai ekshibisi instalasi seni. Sejumlah seniman ikut berpartisipasi didalam kampanye ini. Mereka saling berkolaborasi menghadirkan kreasi di pilar-pilar MRT di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan.

“Saya pikir advertising tidak cuma medium komersil untuk brand beriklan, tetapi terhitung pembawa pesan sosial untuk warga Jakarta yang terdampak COVID-19. Dari gagasan itu, kita mencoba berkolaborasi bersama para seniman, khususnya yang berkebutuhan khusus,” menyadari Komarudin.

Di pilar-pilar MRT berupa LED, terpampang karya lukis tentang multikultural Kota Jakarta berasal dari para seniman berkebutuhan khusus. Aksi sosial yang memopulerkan tagar #MemilihGigih ini, dikehendaki sanggup memberi ruang pada semua seniman tanpa melihat perbedaan.

“Banyak sekali pesan positif berasal dari seniman berkebutuhan tertentu yang disampaikan untuk warga Jakarta untuk mengajak dan berharap warga Jakarta memilih gigih di masa pandemi ini,” sambungnya.

Komarudin menyebutkan bahwa kolaborasi tersebut mempunyai misi untuk membantu para seniman yang perlu medium berekspresi melalui karya mereka di masa pandemi ini. Pun membawa dampak Jakarta sebagai kota yang ramah bakal seni dan menjadi the new landmark.