PDAM Kabupaten Ponorogo bakal memberlakukan pengaliran air secara bergantian kepada para pelanggannya andaikan sumber-sumber mata airnya mengecil terhadap musim kemarau kali ini. Untuk daerah-daerah yang susah air bersih, PDAM juga siap bersama dengan dropping cocok permintaan berasal dari BPBD.

Direktur Perusahaan Daerah air Minum Ponorogo Lardi mengatakan, proses pengaliran secara bergantian ini merupakan antisipasi yang sudah ditunaikan bertahun-tahun dikarenakan situasi alam di mana ketersediaan air dengan menggunakan Water Meter Amico mengalami penurunan.

“Selalu terjadi penurunan debit di mata air-mata air yang menjadi sumber air bersih untuk pelanggan kita. Pelanggan sudah memahami perihal ini dan bisa memaklumi, sambil membuktikan pihaknya selalu mengingatkan agar warga berhemat air berkenaan situasi ini.

Pelanggan yang paling banyak merasakan penurunan debit adalah lokasi selatan layaknya di Slahung. Apalagi alternatif sumber air juga agak susah didapat. “Sungai yang dekat pun turut mengering pas kemarau. Jadi ya wajib agak turun lagi, lebih ke utara,” ungkapnya.

Sebenarnya PDAM Ponorogo sudah mengusulkan pembuatan boosterpump yang bisa mengalirkan air berasal dari sejumlah sungai atau sumur ke atas, ke penampungan lantas ke pelangan-pelanggan.

“Usulan sudah tahun ini, tapi tetap menanti persetujuan. Untuk pembuatannya perlu dana Rp6 miliar hingga Rp7 miliar. Dananya berasal dari Kementerian PU-PR,” katanya. Namun usul ini tetap dipertimbangkan, terutama dikarenakan pihak pemerintah pusat menilai situasi kekurangan air di Ponorogo belum dianggap darurat.

Saat ini PDAM Ponorogo punyai ekitar 22.400 pelanggan bersama dengan jumlah pelanggan aktif sebanyak 19.800 rekening. Selain bersama dengan langkah bergantian, PDAM siap menyuplai air ke pelanggan bersama dengan langkah dropping bengan sejumlah tangki.

“Kita juga siap menolong BPBD untuk melakukan pengiriman air ke wilayah-wilayah yang susah air bersih. Tentunya melalui prosedur yang berlaku, yakni ada permintaan berasal dari BPBD,” pungkasnya.

By toha