• Wed. Oct 28th, 2020
Mengenal Fortifikasi Pangan Serta Manfaatnya Untuk Tubuh

Mengenal Fortifikasi Pangan Serta Manfaatnya Untuk TubuhSaat hendak membeli produk makanan atau minuman dan membaca kemasannya, mungkin Anda pernah membaca tulisan ‘diperkaya’ atau ‘di-fortifikasi’ pada kemasan tersebut yang kemudian diikuti dengan detail zat tertentu. Perlu diketahui, detail tersebut adalah tanda pada produk tadi merupakan objek dari fortifikasi pangan.

Umumnya, tulisan dalam kemasan tadi akan dijumpai pada kemasan produk tertentu. Beberapa produk yang dimaksud diantaranya adalah bumbu masak, minuman, roti, dan lainnya termasuk makanan untuk anak-anak.

Lantas, apa sebenarnya maksud dari fortifikasi pangan tersebut? Apakah makanan atau minuman yang melalui proses ini cenderung lebih baik dan menyehatkan dibandingkan dengan makanan biasa?

Sekilas Tentang Fortifikasi Pangan

Berbincang tentang fortifikasi pangan, perlu diketahui bahwa proses ini sebenarnya adalah langkah yang dilakukan untuk menambah dan memaksimalkan kandungan atau nutrisi dari produk makanan. Artinya, proses ini tentu akan membuat produk makanan dan minuman memiliki kandungan yang lebih lengkap.

Umumnya, fortifikasi pangan dilakukan untuk melengkapi kandungan gizi yang secara alami tidak terdapat dalam produk yang dimaksud. Misalnya saja, dengan proses ini, produsen bisa menambahkan vitamin D pada produk susu ataupun vitamin B untuk produk cereal, dan lainnya.

Selain menambahkan zat gizi pada makanan atau minuman tertentu, proses fortifikasi pangan juga bisa dilakukan untuk mengembalikan kandungan gizi produk yang hilang. Umumnya, proses pengolahan produk yang cukup panjang akan mereduksi dan bahkan menghilangkan kandungan gizi tertentu. Nah, melalui proses ini, kandungan gizi tadi dikembalikan.

Manfaat Fortifikasi Pangan Untuk Kesehatan

Sebenarnya, fortifikasi pangan bukan merupakan hal baru dalam industri makanan dan minuman. Langkah ini sudah dilakukan sejak tahun 1930an yang lalu. Tujuan awal dilakukannya proses ini adalah untuk mencegah masalah kekurangan mineral dan vitamin pada masyarakat.

Dengan zat gizi mikro, seperti vitamin dan mineral, yang ditambahkan pada produk pangan, tentu saja kandungan gizi produk tersebut akan meningkat. Dengan kandungan gizi yang bagus dan maksimal, manfaat dari bahan pangan yang didapatkan juga akan lebih maksimal.

Nah, di Indonesia sendiri, fortifikasi pangan adalah strategi yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah kekurangan gizi, stunting dan lainnya yang terjadi di masyarakat. Umumnya, fortifikasi pangan yang dilakukan adalah menambahkan zat besi pada produk tepung dan yodium pada garam.

Dengan penambahan zat tersebut, tentu saja bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat Indonesia akan cenderung lebih baik dan bisa membantu masyarakat lebih sehat. Hanya saja, pola konsumsi bahan-bahan yang telah mengalami fortifikasi pangan tetap harus diperhatikan.

Beberapa hal di atas adalah ragam informasi penting terkait fortifikasi pangan yang memberikan manfaat cukup besar dalam usaha menjaga kesehatan masyarakat. Nah, Anda pun bisa menemukan produk-produk pangan yang telah mengalami proses fortifikasi dari Nestle sebagai penunjang usaha menjaga kesehatan, terutama untuk anak-anak.