Tahukah Anda jika UMKM tidak pernah terlepas dari kehidupan kita sehari-hari? Ya, UMKM atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah selalu hadir di tengah masyarakat Indonesia dimanapun Anda berada.

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008, UMKM adalah perusahaan kecil yang dimiliki dan dikelola oleh seseorang atau dimiliki oleh sekelompok kecil orang dengan jumlah kekayaan dan pendapatan tertentu.

Undang-undang tersebut juga menjelaskan tentang kriteria UMKM dan usaha besar, yang dibagi berdasarkan aset dan omset tertentu. Berikut penjelasan lengkapnya:

Ukuran Usaha Kriteria
Aset (tidak termasuk tanah & bangunan tempat usaha) Omset (dalam 1 tahun)
Usaha Mikro Maksimal Rp50 Juta Maksimal Rp300 Juta
Usaha Kecil Lebih dari Rp50 Juta – Rp500 Juta Lebih dari Rp300 Juta – Rp2,5 Milyar
Usaha Menengah Lebih dari Rp500 Juta – Rp10 Milyar Lebih dari Rp2,5 Milyar – Rp50 Milyar
Usaha Besar Lebih dari Rp10 Milyar Lebih dari Rp50 Milyar

Dengan data yang dijabarkan di atas, maka dapat dikatakan jika pelaku usaha di Indonesia bahkan di ASEAN saat ini masih banyak di kalangan UMKM.

Sebesar kurang lebih 98,7% usaha yang ada di Indonesia saat ini masih bisa dikatakan masih masuk ke dalam usaha mikro (data dari Kementerian Koperasi dan UMKM per-2019). Maka sangat tidak mengherankan jika UMKM memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hingga mencapai 36,82%.

Oleh karenanya kita selalu menemukannya setiap hari. Mulai dari kebutuhan masak setiap harinya jika kita berbelanja di warung, itu sudah berkaitan dengan UMKM. Tidak heran juga apabila kita sering mendengar istilah ekonomi kerakyatan dalam bentuk UMKM ini merupakan salah satu tonggak terbesar ekonomi Indonesia.

Di tahun 2020 lalu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian UMKM, Kementerian BUMN dan juga Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah memberikan inovasi dalam penentuan kebijakannya. Yakni memperkenalkan platform digital yang menjadi wadah pengadaan barang dan jasa BUMN.

Pengadaan barang dan jasa ini nantinya disediakan oleh UMKM yang sudah bergabung dengan platform digital ini. Dengan kata lain, daftar UMKM akan berjualan online di platform digtal tersebut. Dengan begitu, daftar UMKM di seluruh Indonesia bisa memperluas akses pasar mereka melalui jualan online.

Platform digital ini dikenal dengan nama Pasar Digital UMKM atau disingkat PaDi UMKM. PaDi UMKM ini menjadi salah satu bentuk keseriusan pemerintah dalam memperbaikin pertumbuhan UMKM dan juga menjaga perekonomian nasional melalui sistem jualan online.

UMKM-UMKM yang sudah terdaftar di PaDi UMKM secara otomatis akan terdaftar juga di Kementerian UMKM. Dengan berjualan online di Pasar Digital UMKM, mereka akan menikmati berbagai keuntungan yang sangat bermanfaat.

Salah satunya adalah akses pasar yang makin luas, karena mereka memiliki kesempatan untuk bertransaksi dengan BUMN melalui PIC-nya dalam hal pengadaan barang dan jasa. Pengadaan barang dan jasa tentunya beragam sekali.

Saat ini sudah tercatat banyak sekali daftar UMKM yang berjualan online di PaDi UMKM. Mereka menawarkan setidaknya dari 25 kategori besar yang ada di PaDi UMKM. Dengan berjualan di PaDi UMKM, mereka bisa mendapatkan kesempatan transaksi dari masyarakat luas dan juga dari BUMN sekaligus.

Bagi Anda yang memiliki usaha ke dalam kategori UMKM silahkan daftarkan diri Anda dam berjualan online di PaDi UMKM sekarang juga!