Ini Deretan Bahasa Asing Paling Mudah Hingga Tingkat Dewa

Keterampilan bahasa asing akan membantu perencana saat bepergian ke negara lain. Ini menjadikannya peringkat termudah untuk mempelajari bahasa asing yang paling sulit. Tidak hanya memfasilitasi komunikasi dengan penduduk asli, kemampuan bahasa asing mereka juga akan membuat wisatawan semakin percaya diri saat menjelajahi daerah tersebut.

Apalagi jika para pelancong tertarik dengan budaya suku atau negaranya. Tidak mudah mempelajari bahasa asing. Orang yang bepergian menguasai bahasa selama beberapa tahun, bukan beberapa bulan.

Dengan demikian daftar bahasa yang dianggap mudah dipelajari bagi mereka yang sulit dilakukan oleh penutur bahasa Inggris, yang bisa saja mirip dengan penutur bahasa Indonesia, juga merupakan perkiraan lamanya waktu studi.

1. Italia dan Spanyol (600 Jam)

Belanda dan Norwegia, Italia, Prancis, Spanyol, dan Portugis. Bahasa-bahasa ini membutuhkan sekitar 600 jam belajar untuk mencapai “keterampilan profesional umum” untuk berbicara dan membaca. Dari semua itu, bahasa Spanyol dan Italia adalah yang paling mudah dipelajari untuk penutur asli bahasa Inggris, lalu Portugis, lalu Prancis.

Beberapa kata dalam bahasa tersebut memang sama, meski biasanya belum tentu memiliki arti yang sama. Mempelajari bahasa di kedua negara ini dapat menjadi keuntungan bagi para perencana. Pasalnya, Italia dan Spanyol memiliki destinasi wisata yang sangat bagus.

2. Jerman (750 Jam)

Jerman tidak bisa dianggap enteng, karena ada perbedaan antara nominasi maskulin, feminin dan netral. Selain itu, tata bahasa. Perbedaan budaya membuat banyak kalimat atau perumpamaan menjadi tidak bermakna dalam bahasa Indonesia. Dulu ada kata kerja yang ada di akhir kalimat. Di sisi lain, pengucapan dan ejaannya cukup mudah.

3. Melayu dan Swahili (900 Jam)

Bahasa Melayu sebagai lingua franca di beberapa negara Asia Tenggara dan telah disederhanakan menggunakan bahasa kedua oleh penutur asing. Misalnya jamak dibentuk dengan mengulang kata bahasa Melayu dua kali, misalnya buku berarti satu buku, tetapi buku berarti banyak buku.

Selain itu, bahasa Swahili berkembang menjadi bahasa komersial di Afrika Timur dan dikatakan memiliki kosakata bahasa Arab berdasarkan tata bahasa Afrika. Ini menawarkan safari, semua karakter dalam “The Lion King” (Simba, Timon, Pumba) dan liburan Afrika-Amerika dari Kwanzaa.

4. Hongaria, Yunani, Rusia (1.100 Jam)

Bahasa Hongaria cukup sulit karena berbeda karena tata bahasanya berbeda dengan bahasa Inggris. Satu hal yang membedakan adalah adanya verba yang mengikuti kepemilikan dan akan membedakan arti dari kata tersebut. Sedangkan bahasa Yunani memiliki alfabet yang berbeda. Ya, perlu waktu untuk mempelajari alfabet.

Namun, bahasa ini digunakan cukup banyak dalam bahasa Inggris, jadi kosa katanya tidak terlalu asing. Rusia juga memiliki huruf lain. Keuntungan besar belajar bahasa Rusia adalah, setelah Anda mahir, Anda bisa memahami bahasa Slavia lainnya seperti Republik Ceko, Polandia, atau Bulgaria. Ini juga digunakan di semua wilayah bekas Uni Soviet dari Armenia hingga Kyrgyzstan.

5. Arab, Jepang, Cina (2.200 Jam)

Orang Arab biasanya umum di negara-negara dengan populasi Muslim. Untuk memahami alfabet yang ditulis dari kanan ke kanan juga tidak sulit, namun tidak mudah untuk menghafal artinya. Sedangkan Jepang sendiri mengalami kesulitan dengan tiga jenis huruf yaitu kanji, hiragana, dan katakana.

Jika mencari kosa kata diberbagai bahasa Internasional & Daerah, Anda bisa kunjungi kamus online maknaa.com aja!

Selain itu, beberapa kata memiliki arti yang berbeda. Selain itu, bahasa Jepang cukup sulit dipelajari karena memiliki struktur yang berbeda dengan bahasa Inggris. Orang Jepang membuat kata kerja di bagian paling akhir. Bahasa Mandarin juga dianggap sulit dipelajari karena memiliki ribuan karakter berbeda (Hanzi), serta empat nada yang menentukan arti sebuah kata. Tata bahasa Cina juga cukup rumit untuk orang asing.