Dijamin Masuk Surga, Inilah Hewan – Hewan yang Dijamin Masuk Surga oleh Allah

Tahukah kamu mengenai hewan hewan yang telah dijamin masuk surge oleh Allah swt ? tentunya mengenai cerita Islam yang satu ini sudah tidak asing lagi bagi kita umat Islam, pasalnya biasanya cerita cerita ini telah diceritakan kepada kita sedari kita kecil. Bukan hanya Hewan hewan dibawah ini saja yang telah dijamin masuk surga oleh Allah, namun Mahluk Allah lain seperti kita manusia juga dijamin masuk surge dengan syarat maupun ketentuan tertentu, salah satunya adalah dengan banyaknya amal baik kita selama hidup.

Allah SWT selalu memberikan ruang pengampunan kepada setiap hamba-Nya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,” (QS. Ali ‘Imran 3: 133).

Tak hanya manusia, dilansir dari IDNTimes.com, ada sepuluh hewan dalam Al-Qur’an yang dijanjikan nikmat surga oleh Allah SWT. Ini semua lantaran ketaatan mereka kepada Allah SWT.

 

  1. Anjing dalam Kisah Ashabul Kahfi

Ashabul Kahfi adalah sekelompok pemuda yang memilih menetap di dalam gua untuk menyelematkan keimanan mereka. Dalam rombongan itu, ikut juga seekor anjing.

Atas kuasa Allah SWT, sekelompok pemuda ini dibuat tertidur selama 300 tahun untuk melewati masa kepemimpinan raja yang ingkar. Kisah ini diabadikan oleh Allah dalam Surat Al-Kahfi.

  1. Sapi Betina dalam Kisah Nabi Musa AS

Disebutkan bahwa sapi ini dipelihara oleh anak yatim. Almarhum ayahnya merupakan orang yang beriman kepada Allah SWT.

Kisah ini diceritakan dalam Surat Al-Baqarah yang juga berarti sapi betina. Sapi ini disembelih untuk mengungkap pembunuhan orang kaya.

Bagian dari sapi ini oleh Nabi Musa AS dipukulkan pada orang yang telah mati. Jenazah itu kemudian bangkit dari kematiannya dan menyebutkan nama orang yang telah membunuhnya.

  1. Ikan yang Menelan Nabi Yunus AS

Nabi Yunus AS diutus untuk menyebarkan ajaran Allah SWT kepada kaum Ninawa. Kisah ini diceritakan dalam Surat Yunus.

Dalam kisah Nabi Yunus AS pergi meninggalkan kaumnya karena mengira dakwahnya tak berhasil. Sepeninggalnya ternyata kaumnya beriman setelah melihat tanda-tanda azab.

Nabi Yunus AS lalu menaiki kapal, lalu terjadi badai di tengah laut, lalu dibuanglah Nabi Yunus AS ke dalam laut. Seekor ikan besar lalu menelan Nabi Yunus AS dan bertahan di dalam perut ikan ini selama 40 hari.

  1. Semut yang Membantu Nabi Sulaiman AS

Dalam kisah disebutkan bahwa saat pasukan Nabi Sulaiman AS melewati sebuah lembah yang ternyata dipenuhi sarang semut. Semut pun memerintahkan kawanannya untuk memasuki lubang sehingga tidak terinjak oleh pasukan Nabi Sulaiman AS.

Nabi Sulaiman AS yang mengerti bahasa binatang lalu menghentikan pasukannya. Kisah ini ada dalam Surat An-Naml yang juga berarti semut.

  1. Burung Hud-Hud dalam Kisah Nabi Sulaiman AS

Kisah ini masih terdapat dalam Surat An-Naml. Kisah burung hud-hud ini berkaitan dengan upaya sang nabi untuk membuat seorang ratu beriman kepada Allah SWT.

Disebutkan ada negeri yang menyembah matahari. Kerajaan ini dipimpin oleh perempuan bernama Ratu Balqis. Burung hud-hud menjadi kurir mengantarkan surat kepada raja perempuan itu.

  1. Kambing yang Menggantikan Nabi Ismail AS

Kisah ini dimulai ketika Nabi Ibrahim mendapatkan perintah untuk menyembelih anaknya sendiri oleh Allah SWT, yakni Ismail AS. Nabi Ismail adalah anak Nabi Ibrahim AS dengan Siti Hajar.

Saat penyembelihan akan dilangsungkan, Allah SWT mengganti Ismail dengan seekor kambing yang besar. Peristiwa inilah yang menjadi awal dari perayaan Idul Adha.

Dijamin Masuk Surga, Inilah Hewan – Hewan yang Dijamin Masuk Surga oleh Allah

Baca Juga Kambing Aqiqah

  1. Anak Sapi yang Dihidangkan oleh Nabi Ibrahim

Dikisahkan Nabi Ibrahim AS menerima tiga orang tamun. Untuk memuliakan mereka, sang Nabi menyembelih seekor anak sapi gemuk.

Tiga tamu itu tidak sedikitpun menyentuh hidangan tersebut, karena mereka adalah malaikat utusan Allah. Mereka diutus untuk memberikan kabar gembira kepada Nabi Ibrahim bahwa istrinya, Siti Sarah sebentar lagi akan mengandung.

Selain itu, mereka juga menyampaikan informasi akan menurunkan azab kepada kaum Nabi Luth AS. Nabi Luth adalah keponakan Nabi Ibrahim yang berdakwah kepada kaum sodom, pecinta sesama jenis.Nabi Saleh AS diutus oleh Allah untuk berdakwah kepada kaum Tsamud yang ingkar dan menyembah patung. Oleh kaumnya Nabi Saleh dianggap sebagai orang gila saat menjelaskan kekuasaan Allah SWT.

Kaumnya meminta Nabi Saleh membuktikan kenabiannya dengan mengeluarkan seekor unta betina dari batu. Lalu Allah memberikan mukjizat tersebut kepada Nabi-Nya, akhirnya muncullah unta betina yang sedang hamil.

Kemudian unta itu dibunuh oleh kaum Tsamud. Dari kejadian ini, kaum Tsamud diberi azab oleh Allah SWT berupa hujan batu.

  1. Keledai Nabi Uzair AS

Nabi Uzair adalah utusan Allah SWT yang hidup pada zaman Nabi Isa AS. Dikisahkan Nabi Uzair berpergian bersama keledainya dan melewati pemukiman yang hancur karena perang.

Dalam hati kecilnya, Nabi Uzair bertanya, “Bagaimana cara Allah menghidupkan tubuh-tubuh hancur ini nanti di hari pembalasan?”. Allah lalu membuat Nabi Uzair tertidur selama 100 tahun, hingga hancur melebur dengan tanah.

Setelah itu, Allah SWT lalu membangunkan Nabi Uzair dengan tubuh yang kembali utuh. Begitu pula keledai yang dibawanya. Nabi Uzair menyaksikan keledainya dibangkitkan dari tulang-belulang hingga hidup seperti semula.

  1. Buraq

Buraq disebutkan dalam riwayat adalah hewan  yang ditunggangi Nabi Muhammad SAW dalam perjalanannya dari Masjid Al-Haram di Mekah hingga ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.

Dalam hadis disebutkan bahwa, buraq berbulu putih dengan tinggi melebihi keledai, dan bisa bergerak secepat kilat. Buraq dibawa langsung oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa itu kita kenal dengan Isra Mi’raj. Rasulullah menempuh perjalanan hingga ke langit ke tujuh untuk menerima perintah salat.

Itulah sepuluh hewan yang dijamin masuk surga. Kisah-kisah seperti ini bisa kita jadikan cermin dan meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT.