Sumber : www.bundapedia.com

 

Pola berpikiran krisis perlu diberikan sejak awal kali pada anak. Langkah efisien mengajari skema berpikiran ini pada anak yakni dengan menirukannya langsung di kehidupan setiap hari.

 

Pola berpikiran krisis penting untuk diberikan orang-tua ke anak sejak awal kali. Dengan demikian, anak bisa berpikiran secara jernih dan logis berkenaan apa yang perlu dipercayai dan dilaksanakan.

 

Seberapa penting sudut pandang ini? Lantas, bagaimanakah cara mengajari skema berpikiran krisis pada anak? Baca ulasan selengkapnya ini.

 

Apa itu pola berpikir kritis?

 

Pola berpikiran krisis ialah kekuatan memikirkan, menganalisa, dan menilai info yang didapatkan, untuk selanjutnya ditetapkan kredibilitas dan validitasnya. Pada anak, kekuatan ini penting untuk menolong mereka membuat penilaian dan gagasan. Sudut pandang ini dapat menolong anak untuk ketahui siapa rekan yang bagus dan tidak.

 

Manfaat skema berpikiran krisis pada anak

 

Pola berpikiran krisis penting dipunyai di kehidupan setiap hari. Dengan pikirkan semua sesuatunya secara krisis, resiko penyalahartian satu info dapat dikurangkan. Tidak itu saja, anak-anak bisa juga memperoleh pengetahuan yang lebih dalam mengenai dunia.

 

Berikut ini beberapa faedah skema berpikiran krisis pada anak:

 

– Cermat dalam memfilter info

– Tentukan siapa rekan yang bagus dan tidak

– Dapat lebih pahami diri kita dan seseorang

– Condong memiliki sudut pandang terbuka atau open minded

– Menolong dalam soal perpecahan permasalahan, kreasi, dan keproduktifan

 

Cara mengajari skema berpikiran krisis pada anak

 

Mengingat berpikir krisis penting saat menjalankan kehidupan, tidak ada kelirunya untuk orang-tua untuk mengajari sudut pandang ke anak sejak awal kali. Agar dimengerti secara baik, edukasi harus dilaksanakan dengan bertahap dan dibarengi contoh.

 

Berikut beberapa langkah mengajari skema berpikiran krisis pada anak:

 

 

  1. Mulai sedini mungkin

 

Cobalah untuk mengajari sudut pandang krisis sedini kemungkinan pada anak. Anak kecil kemungkinan tidak siap untuk dibawa berlogika, tetapi mereka bisa diajari untuk memberi argumen atas pengucapan dan perlakuan mereka. Anda bisa juga ajak anak untuk menilai argumen yang diberi seseorang.

 

  1. Beri alasan saat minta anak lakukan suatu hal

 

Ketika minta anak untuk lakukan suatu hal, coba untuk memberi argumennya. Contoh, Anda akan memberitahukan anak tidak untuk melakukan perbuatan jahat ke seseorang. Berikan jika melakukan tindakan jahat bisa membuat seseorang bersedih dan memupuk perasan sakit hati.

 

  1. Dorong anak untuk bertanya

 

Mendorong anak untuk menanyakan saat dia tidak memahami dengan info tertentu atau kesusahan dalam kerjakan satu pekerjaan dapat menolong meningkatkan skema berpikiran krisis. Jika jawaban yang diterimanya berasa tidak logis, anak harus didorong untuk mengumandangkan berkeberatannya.

 

  1. Minta anak untuk menimbang jalan keluar alternative

 

Saat dihadapkan dengan permasalahan, kita selalu harus memiliki rencana B supaya imbas yang diakibatkan tidak begitu kronis atau dapat dijauhi. Sampaikan anak untuk menimbang banyak jalan keluar saat hadapi permasalahan. Dengan demikian, pertimbangan anak akan menjadi lebih fleksibel dan gampang menyesuaikan dengan kondisi.

 

  1. Berdiskusi masalah bias

 

Bias kerap mempengaruhi pemikiran seorang dalam memutuskan. Bahas dengan anak bagaimana bias terjadi, saat sebelum selanjutnya mempengaruhi mereka. Dengan demikian, anak dapat meminimalisir bias yang kemungkinan bisa punya pengaruh jelek saat ambil keputusan.

 

  1. Tunjukkan skema berpikir krisis pada anak

 

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Anak condong mengikuti sikap dan sikap orang-tua. Bila Anda memperlihatkan skema berpikiran krisis tiap hari di muka anak, peluang sang Kecil mempunyai pemikiran sama pasti lebih besar.

By Drajad