Apakah metaverse berbahaya ? sebelum ke pejelasan ini mari kita simak artikel Sinyaltekno.com berikut ini. Teknologi metaverse merupakan suatu teknologi terbaru yang sedang ramai diperbincangkan saat ini, dalam dunia maya atau media sosial maupun masyarakat seluruh penjuru dunia. 

Teknologi ciptaan Mark Zuckerberg ini nantinya akan direalisasikan dalam sensasi menjajah dunia maya terasa menjadi lebih nyata. 

Dengan segala keajaibannya, ternyata teknologi ini memiliki sisi negatif juga. Apakah metaverse berbahaya atau tidak, simak beberapa penjelasan dibawah ini, 

Bahaya Metaverse 

1. Resiko Kejahatan Siber Yang Lebih Tinggi 

Teknologi yang terus mengalami inovasi dari tahun ke tahun, semakin membuat para penjahat dunia maya berkembang dan beradaptasi juga. Bak virus yang mematikan , salah satu contohnya ada kasus dimana penjahat siber melakukan pelecehan kepada wanita inggris saat melakukan uji coba metaverse. 

Kronologi tersebut saat melakukan uji coba, wanita tersebut mengaku bahwa avatarnya diperkosa oleh segerombolan avatar laki-laki lain karena fitur keamanan metaverse yang masih belum diaktifkan. Hal tersebut sangat rawan bagi wanita untuk mencoba sistem metaverse ini.

2. Privasi Terganggu 

Sejak adanya sosial media di era digital ini yang terus mengepakkan sayapnya dan merubah kebiasaan kecil penggunanya. Dimulai dari memposting unggahan foto maupun video yang bersifat pribadi ke dunia maya atau media sosial hingga bisa dinikmati oleh semua orang. 

Apalagi adanya fitur komentar, like maupun share yang sebenarnya hal tersebut menggfanggu privasi seseorang. Bagaimana tidak ? membagikan postingan yang bersifat pribadi tanpa izin merupakan brntuk dari mengganggu privasi seseorang. 

Karena sosial media juga mental seseorang bisa diacak-acak. Sehingga sangat mungkin terjadi jika kehidupan pribadi pengguna sosial media menjadi konsumsi publik tanpa batas dan menjadi urusan semua masyarakat sosial media. 

Maka tidak jarang mereka yang tidak ingin diganggu akan menyalakan fitur privasi akun pada beberapa platform media sosial untuk melindungi privasinya. 

3. Rasa Candu Berlebih 

Hal yang berhubungan dengan sosial media, online maupun digital sudah terbukti menjadikan seseorang mengalami penyakit yang bernama kecanduan. Tidak hanya game online saka yang bikin candu namun juga media sosial dan beberapa platform online lain. 

Jika sosial media dan game online membuat candu bagi setiap penggunanya apalagi metaverse yang lebih membuat suasana semakin real. Ia merancang metaverse seperti dunia nyata dalam dunia digital yang terkesan lebih apik dan bagus.

Oleh karena hal tesebut maka metaverse di Indonesia berpotensi untuk memanjakan penggunanya sehingga mereka merasa betah dan membutuhkannya secara terus menerus hingga tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari dan akan menjadi sebuah kebiasaan.

Tidak hanya 3 dampak tersebut, bahaya metaverse juga bisa terjadi di beberapa aspek seperti kesehatan, kehidupan sosial dan bidang lainnya.

 

By roket