kemasan plastik

Apakah itu tepi sungai suci Gangga yang tersumbat di Varanasi atau trek Himalaya yang indah, kami bangga akan; semuanya berserakan sampah plastik. Dari bungkus makanan kosong hingga botol, sedotan, sendok, dan sedotan, plastik dapat ditemukan bahkan di tempat-tempat paling terpencil di India. Fakta ini menggambarkan situasi mengerikan tentang seberapa jauh polusi plastik telah merambah India dan seluruh dunia.

Karena India telah menanggalkan larangan barang-barang plastik sekali pakai -sebuah pengumuman yang akan dibuat oleh PM Narendra Modi pada 2 Oktober 2019. Nasib melankolis sekarang akan segera terjadi atas larangan plastik. Dan sayangnya, itu telah mengizinkan penggunaan banyak barang berserakan dan kemasan plastik.

Namun, seandainya larangan itu diterapkan, itu akan memberi India keunggulan, di garis depan peraturan untuk mengatasi polusi plastik. Ini juga bisa menciptakan peluang emas bagi India untuk tampil sebagai pemimpin global dalam mengatasi polusi plastik melalui berbagai alternatif inovatif.

Namun berkat pengusaha yang fokus pada lingkungan di tanah air seperti, tidak semuanya hilang! Ada lebih dari ratusan cara untuk mengatasi masalah kemasan plastik seperti kemasan makanan biodegradable . Dan banyak alternatif untuk proyek plastik sedang dikembangkan dan siap digunakan sekarang atau sedang dalam proses.

Jadi dengan berbagai alternatif plastik yang sedang dikembangkan, kami telah menemukan 7 inovasi paling menarik yang akan membuat masa depan India lebih menarik:

  1. Bagasse

Ecoware menggunakan Bagasse- produk sampingan dari pengolahan tebu untuk menghasilkan peralatan makan sekali pakai yang ramah lingkungan di India . Karena sifatnya yang lengket dan mudah dibentuk, ia juga dapat dengan mudah dicetak menjadi kemasan makanan yang dapat terurai secara hayati, yang cocok untuk layanan dan pengiriman makanan. Berkelanjutan dan tahan lama, ini bersertifikat biodegradable dan kompos. Dan sebagai produk sampingan, dapat dengan mudah diproduksi juga.

  1. Batu, kertas, dan plastik

Tidak, ini jelas bukan versi baru dari permainan batu, kertas, dan gunting! Kita berbicara tentang cara paling inovatif untuk memproduksi kertas. Anehnya, kertas dapat dibuat dari batu dengan hasil akhir yang halus dan hampir lembut untuk disentuh. Itu terbuat dari kalsium karbonat, yang merupakan salah satu sumber daya planet kita yang paling melimpah. Ini menggunakan lebih sedikit air, memiliki jejak karbon rendah dan mengkonsumsi lebih sedikit energi daripada produksi kertas biasa.

Inovasi menarik ini bisa dijadikan sebagai alternatif plastik atau kertas. Menjadi daur ulang, dapat dicetak dan tahan air, tentu memiliki beberapa kemungkinan aplikasi pengemasan. Ini juga dapat digunakan untuk membuat kemasan makanan biodegradable bersertifikat FDA. Dan belum lagi kredensial ramah lingkungan yang terlihat cukup bagus juga!

  1. Plastik Berbasis Tumbuhan

Ketika berbicara tentang kemasan kompos di India, ada banyak alternatif alami yang tersedia, dan salah satunya adalah Bioplastik. Terbuat dari berbagai sumber alami seperti jagung atau ampas tebu, bioplastik sangat berkelanjutan untuk diproduksi. Ini dapat digunakan untuk membuat peralatan makan sekali pakai yang ramah lingkungan, botol, dan berbagai peralatan makan sekali pakai yang dapat terurai secara hayati .

  1. Daun Kelapa

Areca Catchu atau Pohon Pinang banyak digunakan oleh pengusaha India untuk memproduksi kemasan daun kelapa sawit untuk makanan seperti buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan. Daun yang jatuh secara alami dari pohon pinang dikumpulkan dan dicetak menjadi bentuk dan ukuran yang diinginkan untuk menghasilkan produk ramah lingkungan yang cemerlang. Produk akhir biodegradable dan dapat digunakan untuk kemasan makanan.

  1. Akar Jamur

Bisakah kemasan makanan biodegradable tumbuh? Ketika limbah pertanian yang dikumpulkan dicampur dengan miselium dalam cetakan, itu bisa tumbuh!

India memiliki sejarah panjang dalam menggunakan bahan-bahan alami untuk pengemasan dan karenanya, kita harus menemukan solusi yang lebih radikal di masa depan. Untungnya, generasi baru pengusaha India sudah menerapkan teknologi untuk memproduksi peralatan makan sekali pakai yang ramah lingkungan . Tapi, pada saat yang sama, India harus merangkul solusi, bukan melobi peraturan.

By jago