Akibat Mendengarkan Suara yang Terlalu Keras?

Salah satu dampak terburuk dari mendengar suara di atas batas suara yang dapat didengar manusia adalah penyakit telinga, yang merupakan gangguan pendengaran permanen, dan ini tidak dapat diubah.

Pendengaran Anda bisa rusak karena suara keras dalam waktu singkat, seperti ledakan, atau suara keras yang terdengar berulang kali. Telinga adalah organ yang sangat sensitif.

Sedang mencari alat bantu dengar? bisa kunjungi pusat alat bantu dengar aqm-hearingcenter.com

Saat mendengarkan, suara yang masuk ke telinga membuat gendang telinga bergetar. Getaran ini bisa mencapai koklea (koklea). Kerusakan pendengaran terjadi ketika sel-sel rambut di sekitar koklea rusak. Umumnya kondisi ini disebabkan karena terlalu lama mendengar suara yang keras.

Apa saja gejala gangguan pendengaran akibat suara keras?

Terkadang, Anda mungkin tidak tahu bahwa suara yang Anda dengar berada di atas tingkat suara normal yang dapat didengar manusia.

Seperti saat mendengarkan lagu favorit dengan headphone atau earphone. Untuk itu, Anda perlu mengetahui ciri-ciri berikut yang mengindikasikan bahwa suara yang Anda dengar terlalu keras.

  1. Saat berbicara, Anda perlu meningkatkan volume suara agar dapat didengar
  2. Anda tidak dapat mendengarkan suara orang yang jauh dari Anda selama meteran
  3. Anda tidak dapat mendengar, atau suara di telinga Anda samar setelah keluar dari ruangan yang penuh sesak
  4. Saat Anda mendengar lagu menggunakan headphone atau earphone, orang lain di sekitar dapat mendengar suara musik yang Anda dengar
  5. Telinga Anda terasa sakit atau berdenging (tinnitus) setelah mendengar suara yang keras.

Bagaimana saya dapat melindungi telinga dari suara keras?

Padahal, Anda bisa dengan mudah melindungi telinga dari kebisingan, yaitu menghindarinya. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk melindungi telinga agar berada dalam kisaran suara normal yang dapat didengar manusia adalah:

1. Gunakan alat pelindung telinga

Jika Anda mendengar suara keras atau keras (bagi Anda yang bekerja di tempat yang ramai, menonton konser, memakai pengering rambut, atau sering berada di jalan yang ramai), sebaiknya gunakan steker atau penutup telinga. Penutup telinga atau sumbat dapat mengurangi kebisingan hingga 15-30 dB jika digunakan dengan benar, bergantung pada pabrikannya dan apakah cocok dengan ukuran telinga.

2. Batas volume suara tidak lebih dari 60%

Suara yang bisa didengar manusia kurang dari 140 dedibles. Sementara itu, pemutar MP3 atau ponsel Anda dapat menghasilkan suara hingga 120 desibel. Level ini mirip dengan konser musik yang cukup bikin sakit telinga.

Jadi, menggunakan headset dengan volume tinggi bisa merusak pendengaran Anda selama 15 menit. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak menaikkan volume headset lebih dari 60% dari batas maksimum.

3. Memakai headset tidak lebih dari satu jam

Mendengarkan musik sambil bekerja dengan headset bisa membuat Anda sangat nyaman. Namun, ketidaknyamanan ini bisa menjadi bencana bagi pendengaran Anda. Sekalipun volume saat menggunakan headset rendah, mungkin perlu waktu lama sampai masih merusak telinga.

Karenanya, sebaiknya tidak menggunakan headset untuk mendengarkan lagu lebih dari satu jam. Biarkan telinga Anda beristirahat setelah menggunakan alat ini selama satu jam.

4. Jangan mengadu dua suara bising dalam satu waktu

Jangan menggunakan mesin yang mengeluarkan suara keras pada saat bersamaan di dalam rumah, seperti tidak menggunakan radio dan televisi pada saat bersamaan. Anda juga tidak menganjurkan mencoba menghilangkan suara yang Anda dengarkan dari suara di sekitar Anda dengan orang lain.

Yuk ketahui juga alat bantu dengar signia fun.

Misalnya, jangan menaikkan volume televisi saat menggunakan penyedot debu. Jika Anda membeli peralatan yang mengeluarkan suara, seperti blender, pengering rambut, penyedot debu, sebaiknya pilih produk yang dapat bersuara lebih lembut. Anda juga dapat menggunakan bahan penyerap suara, seperti permadani dan tirai, untuk mengurangi kebisingan di rumah Anda.