7 Situs Terbaik Cek Plagiasi Skripsi

Bagi yang saat ini sedang berkutat dengan makalah, apakah yakin makalah yang Anda tulis tidak menjiplak? Seperti yang kita ketahui bersama, setiap kampus pada umumnya menerapkan pembatasan plagiarisme.

Jika makalah yang Anda tulis melebihi batas plagiarisme, Anda juga terancam tidak dapat lulus. Untuk memeriksa apakah makalah yang Anda kerjakan adalah plagiat, di sini Kami memberikan informasi tentang 7 situs untuk memeriksa makalah online terbaru atau tulisan untuk plagiarisme.

Situs Cek Plagiasi Skripsi

Wisuda skripsi selalu menjadi momok bagi mahasiswa. Karena bagi setiap mahasiswa, ujian tesis ini adalah segalanya untuk mendapatkan gelar sarjana.

Agar makalah Anda dinyatakan lulus dan mendapat nilai penuh, Anda juga harus memastikan bahwa data makalah yang Anda dapatkan kuat dan Anda memahami teori yang Anda gunakan. Yang terpenting, Anda harus memperhatikan plagiarisme. Untuk membantu Anda memeriksa apakah makalah Anda telah dijiplak, Anda dapat memeriksanya melalui 7 situs cek plagiarisme makalah berikut.

Gambaran Plagiasi Skripsi

Menurut Pasal 1 Permendiknas 17/2010, pengertian plagiarisme adalah perbuatan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah pihak lain untuk memperoleh atau berusaha memperoleh kredibilitas atau nilai karya ilmiah, yang pada umumnya diterima Karya ilmiah, tanpa mengutip sumber secara akurat dan memadai.

  1. Secara bebas mengutip dan/atau mengutip istilah, kata dan/atau kalimat, data dan/atau informasi dari suatu sumber tertentu, tetapi sumbernya tidak disebutkan dan/atau sumbernya tidak dicantumkan secara lengkap dalam catatan kutipan;
  2. Menggunakan sumber ide, pendapat, pendapat atau teori tanpa menjelaskan sumber secara lengkap;
  3. Menggunakan kata dan/atau kalimat sendiri untuk mengungkapkan dari sumber, gagasan, pendapat, pendapat, atau teori dari kata dan/atau kalimat tanpa menjelaskan sumbernya secara lengkap;

Identifikasi Plagiasi Skripsi

  1. Penggunaan kosakata

Menganalisis kosakata yang digunakan dalam pekerjaan rumah berdasarkan penggunaan kosakata sebelumnya dapat membantu menentukan apakah siswa benar-benar telah menulis teks. Dengan mencari banyak kosakata baru (terutama kosakata lanjutan), Anda dapat menilai apakah artikel siswa adalah plagiarisme.

  1. Perubahan kosa kata

Jika penggunaan kosakata dalam teks telah berubah secara signifikan, salin dan tempel dapat digunakan untuk menunjukkan plagiarisme.

  1. Teks yang membingungkan

Jika alur sebuah artikel tidak lancar dan tidak konsisten, berarti penulis tidak menulis dengan idenya sendiri, atau beberapa bagian tulisannya bukan hasil karyanya.

  1. Penggunaan tanda baca

Tidaklah wajar jika dua penulis menggunakan tanda baca yang persis sama saat menulis karya tulis.

  1. Jumlah kemiripan teks

Harus ada beberapa kesamaan antara beberapa artikel yang ditulis dengan topik yang sama, seperti nama, terminologi, dll. Namun, tidak wajar jika beberapa teks yang berbeda memiliki sejumlah besar teks yang serupa atau serupa.

  1. Kesalahan ejaan yang sama

Sudah menjadi hal yang lumrah bagi penulis untuk membuat karya tulis. Tidak wajar jika beberapa teks berbeda memiliki kesalahan ejaan yang sama atau jumlah kesalahan ejaan yang sama.

  1. Distribusi kata-kata

Distribusi penggunaan kata dalam teks yang berbeda memiliki hal yang sama, yang tidak wajar. Misalnya, teks memiliki parameter yang sama yang digunakan untuk menggambarkan distribusi statistik penggunaan istilah.

  1. Struktur sintaksis teks

Hal ini menunjukkan bahwa jika kedua teks tersebut jelas-jelas memiliki struktur sintaksis yang sama, bisa jadi telah terjadi plagiarisme. Secara alami, penggunaan struktur sintaksis yang digunakan oleh beberapa penulis akan bervariasi.

  1. Rangkaian-rangkaian panjang kata yang sama

Tidaklah wajar jika teks yang berbeda (bahkan teks dengan judul yang sama) memiliki rangkaian karakter/urutan yang sama.

  1. Orde kemiripan antar teks

Jika urutan kata atau frasa yang cocok antara dua teks sama, ini mungkin menunjukkan plagiarisme. Meskipun diajarkan untuk menyajikan fakta dalam satu set bentuk (misalnya, pendahuluan, teks, dan kemudian kesimpulan), tidak wajar untuk melaporkan fakta yang sama dalam urutan yang sama.

  1. Ketergantungan pada kata atau frase tertentu

Penulis dapat memilih untuk menggunakan kata atau frasa tertentu.

  1. Frekuensi kata

Tidaklah wajar menggunakan kata-kata dari dua teks yang berbeda dengan frekuensi yang sama.

  1. Penggunaan kalimat panjang atau kalimat pendek.

Apa yang kita tidak tahu adalah bahwa penulis pasti telah memutuskan untuk menggabungkan panjang kalimat yang tidak biasa dengan karakteristik lain.

  1. Teks yang dapat dibaca

Penggunaan indikator/ukuran seperti indeks FOG Gunning, formula Flesch Reading Ease, atau SMOG dapat membantu menentukan skor kemampuan. Tidak wajar jika penulis yang berbeda memiliki skor yang sama.

  1. Referensi yang tidak jelas

Jika referensi muncul dalam teks tetapi tidak dalam daftar pustaka, ini mungkin menunjukkan plagiarisme cut and paste, dan penulis belum menyalin referensi secara lengkap.

Sumber : https://anakpelajar.com/