• Mon. Jul 26th, 2021

5 Tips Buat Pengusaha Pemula yang Sering Dilupakan

Bysartika

Feb 12, 2021

Menjadi pengusaha adalah impian banyak orang. Bisa punya waktu kerja yang fleksibel serta tetap mendapatkan pundi-pundi uang dari berbagai cabang. Namun, hasil kerja keras tersebut tidak bisa didapatkan dalam satu malam.

Nah, jika kamu termasuk orang yang baru menjajaki menjadi seorang pengusaha, ada beberapa tips yang perlu kamu pelajari sebagai panduan dalam menjalani dunia bisnis ke depan. Masalah modal kini bukan jadi masalah besar untuk menjadi pengusaha, karena ada cukup banyak aplikasi pinjaman uang online yang bisa kamu gunakan untuk modal usaha.

Berikut adalah beberapa tips bagi pengusaha pemula yang penting untuk dipelajari sebelum memasuki dunia bisnis.  

Fokus pada satu lini bisnis terlebih dahulu

Jangan mudah tergoda dengan bisnis yang sedang tren. Selain itu fokuslah pada salah satu lini bisnis terlebih dahulu. Misalnya jika ingin fokus di bidang makanan, cobalah untuk mempelajarinya dari hulu ke hilir sehingga kamu bisa memahami pasokan barang sampai bisa ke tangan konsumen.

Makin fokus pada satu lini bisnis justru akan makin banyak area yang bisa ditingkatkan dengan meningkatkan produktivitas dengan memahami bisnis yang dijalani secara komprehensif.

Cari ide yang berbeda dari yang sudah ada

Jika ingin meramaikan bisnis yang sudah ada, tentu saja kamu harus punya perbedaan dari kompetitor yang sudah lebih dulu memulai bisnisnya. Misalnya jika ingin membuka kafe, apa yang kira-kira berbeda dengan kafe yang ingin kamu bangun sehingga dari situlah pelanggan akan melihat kafe kamu berbeda dengan yang lainnya. 

Ide kreatif memang mahal tetapi yang lebih mahal lagi adalah eksekusi. Dari eksekusi inilah kita bisa tahu apakah ide tersebut sesuai dengan perkiraan atau malah jadi sebaliknya. Maka, banyak berdiskusi serta belajar dari mentor-mentor yang sudah menjalani bisnisnya lebih awal sejak lama.

Komitmen terhadap pelanggan dan disiplin bekerja

Saat ini hampir semua bisnis berinovasi mengikuti kebutuhan pelanggan. Adaptasi di masa pandemi termasuk yang paling sulit tetapi sekaligus menantang. Beberapa bisnis akhirnya bisa kembali untung setelah memahami kebutuhan pelanggan.

Berbisnis artinya harus ada komitmen menjalankan apa yang dimulai sampai garis akhir. 

Jangan mengeluh, hadapi setiap masalah

Setiap bisnis yang dijalankan pasti akan menghadapi masalah-masalahnya sendiri. Jangan lari dari masalah tersebut tetapi hadapilah. Dengan menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi justru disitulah proses belajar menjadi pengusaha muda yang tangguh. Seperti kata orang, menjadi pengusaha harus punya mental baja karena masalah yang akan dihadapi itu tidak sedikit. 

Kembangkan secara perlahan

Jika sudah sukses dengan usaha pertama, cobalah untuk mengembangkannya pelan-pelan, kecuali jika sudah punya sumber daya manusia yang memang siap serta mumpuni. Misalnya rencana mengembangkan usaha franchise. Tentu tidak mudah karena harus langsung sekaligus melayani banyak orang dalam waktu waktu.

Jika ingin menikmati prosesnya, kembangkan secara perlahan sesuai dengan beban dan kemampuan. Jangan terlalu memaksakan diri jika kondisinya memang tidak bisa tertangani dengan baik. Lebih baik punya satu toko tetapi pelanggan puas daripada banyak toko tetapi pelanggan kurang mendapatkan pelayanan yang maksimal.

Beruntung saat ini dunia usaha terutama UMKM mendapatkan berbagai prioritas entah itu dari pemerintah maupun dari lembaga swasta dalam soal pembiayaan modal kerja. Salah satu aplikasi pinjaman uang online Kredivo berkomitmen membantu dunia usaha lewat pinjaman tunai.

Kredivo terdaftar dan memiliki izin operasional resmi dari Otoritas Jasa Keuangan sehingga memberikan kepastian hukum jika terjadi sesuatu. 

Pinjaman buat modal kerja bisa diajukan lewat kredivo. Kredit limitnya bisa mencapai Rp30 juta khusus bagi member premium dengan bunga rendah 2,6% perbulannya. Tenor pinjaman bisa dicicil antara tiga sampai dengan enam bulan. 

Syarat pendaftaran juga cukup mudah, punya penghasilan tetap minimal Rp3 juta per bulan, berusia antara 18-60 tahun dan berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Malang, Sukabumi, Cirebon, Balikpapan, Batam, Purwakarta, Padang, Pekanbaru, Manado, Samarinda, dan Kediri.