4 Fakta Menarik Seputar Samarinda

Selainnya ibukota Propinsi Kalimantan Timur, Samarinda jadi kota dengan masyarakat paling banyak di Pulau Kalimantan, yaitu seputar 900 ribu jiwa.

Samarinda punyai luas lokasi sejumlah 718 km persegi yang terdiri dalam 10 kecamatan serta 59 kampung/kelurahan.

Luas daerah yang cuman sebesar 0,56 prosen dari luas Kalimantan Timur, membuat kota ini selaku lokasi paling kecil ke-3 sehabis Kota Bontang serta Balikpapan.

Sebelumnya diketahui bernama Samarinda, tempat ini terhitung ke Kerajaan Kutai Kartanegara yang berdiri di 1300 M.

Nama Samarinda asal dari bahasa Banjar, ialah kombinasi kata ‘sama’ dan ‘rinda’ yang memiliki arti permukaan tanah yang selalu rendah dan tidak bergerak.

Peristiwa lain pula mengatakan jika pemberian nama Samarinda berdasar kesamaan ukuran tinggi rumah rakit atau rumah apung yang dipunyai suku Bugis Wajo di Samarinda.

Dulu, rumah apung berniat dibikin dengan tinggi yang serupa. Untuk itu dikatakan dengan makna ‘sama-rendah’, yang lantas jadi
Samarinda.

Gak cuma itu, ada sejumlah kenyataan menarik yang lain dari Kota Samarinda, seperti diringkas dari pelbagai sumber di bawah ini.

Mushola Paling besar Ke-2 di Asia Tenggara

masjid islamic center samarinda

Keelokan bangunan berkubah besar dan menara yang membubung tinggi jadikan Mushola Islamic Center selaku mushola termegah dan paling besar ke-2 di Asia Tenggara sehabis Mushola Istiqlal.
Penampilan yang istimewa ini berpenampilan arsitektur ciri khas Turki dengan mengawinkan elemen Eropa, Timur tengah, dan Indonesia.

Bangunan ini miliki tujuh menara dengan menara penting dengan tinggi 99 mtr. yang mengisyaratkan jumlah asmaul husna. Sedang, enam menara yang lain yakni simbolik rukun iman.
Bangunan khusus mushola itu punyai 33 anak tangga yang diartikan jadi jumlah tasbih. Sehabis melintasi anak tangga itu, menara pokok dapat menyediakan beduk raksasa yang berada di tengah-tengah area mushola.

Makanan Unik Daging Masak Bumi Hangus

Daging Masak Bumi Hangus yaitu makanan ciri khas Samarinda berbahan inti daging. Daging sapi yang dipakai buat makanan ini diolah dalam jam yang cukuplah lama dengan bumbu kecap sampai punya warna hitam.

Warna hitam dari kecap itu yang bikin makanan ini namanya Daging Masak Bumi Hangus. Hitam yang legam serta wewangian kuat dari bumbu-bumbu mempernyerap di saat diolah jadi ciri-khas dari makanan unik Samarinda itu.

Jembatan Perantara Dua Lokasi

Panorama deretan batu bara nampak di Sungai Mahakam, tepatnya di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Udah satu minggu paling akhir beberapa puluh kapal tongkang batu bara berjajar di sejauh saluran sungai.

Jembatan Mahakam yakni jembatan yang memiliki fungsi jadi penyambung sekalian lajur transportasi untuk warga. Jembatan ini menyambungkan kota Samarinda dengan Samarinda Seberang yang terpisahkan oleh Sungai Mahakam.

Jambatan ini punyai panjang 400 mtr. yang dipisah jadi beberapa rentang dengan didukung oleh lima pilar. Pembangunan jembatan jadi satu diantara project kebanggaan Presiden Soeharto dan konstruksi jembatan gunakan kerangka baja prosedur Hollandia Kloos yang dari Belanda.

Rumah Kebiasaan yang Ditempati Beberapa puluh Orang

Rumah Lamin yakni rumah kebiasaan suku Dayak sebagai rumah etika Kalimantan Timur pertama. Rumah ini berupa rumah pentas yang panjang serta bersambungan terdiri dalam banyak kamar. Panjang rumah ini gapai 300 mtr. dengan lebar 15 mtr. dan tinggi lebih kurang 3 mtr.

Rumah Lamin umumnya dibikin dari kayu ulin dan kayu besi yang lumayan kuat dan bertahan lama. Rumah ini jadi identitas buat orang Suku Dayak. Ukuran rumah yang memanjang membikin rumah itu bisa ditempati oleh 25 sampai 30 kepala keluarga dan dapat memuat kurang lebih 100 orang.

Demikianlah beberapa fakta menarik seputar Samarinda. Anda bisa mengekplorasi Samarinda melalui artikel kami yang lain seperti daftar tempat wisata di Samarinda. Semoga bermanfaat.